Hadir di KTT ASEAN, Puan Maharani Ajak Fokus pada Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
- account_circle M Effendi
- calendar_month Selasa, 9 Mei 2023
- print Cetak

π»ππππ ππ πΎππ π΄ππΈπ΄π, ππ’ππ ππβπππππ π΄πππ πΉπππ’π ππππ ππππππππ’ππππ πππππππ ππππππ πΌππππππ ππ (πΌπππππ’ππππ πππ‘π)
Indo1.id – Ketua DPR, Puan Maharani, mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-42 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur pada Senin (8/5/2023) malam.
Puan memperjuangkan isu pekerja migran Indonesia (PMI) di antara para pemimpin negara ASEAN yang hadir.
Puan mengemukakan bahwa PMI sering kali menerima kekerasan di negara-negara tempat mereka bekerja, terutama di sektor domestik.
“Kita tidak dapat menyelesaikan masalah yang melibatkan beberapa negara secara sendirian, harus ada kerja sama antarnegara untuk mencari solusi yang efektif. Karena PMI sering kali menjadi korban perdagangan manusia yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” kata Puan dalam pernyataannya pada Senin (8/5/2023).
Puan menganggap KTT ASEAN sebagai platform yang tepat untuk mengangkat isu perlindungan PMI dan kasus-kasus tindak pidana perdagangan manusia (TPPO). Terutama karena banyak PMI yang bekerja di negara-negara ASEAN.
“Melalui dialog terbuka dengan parlemen dari seluruh Asia Tenggara, saya berharap akan ada kejelasan dari negara tujuan PMI sehingga polemik ini dapat dihentikan. Selama ini, pemerintah kesulitan untuk memberikan perlindungan kepada warga negara yang menjadi korban,” ungkap Puan.
Isu perlindungan PMI dan TPPO, menurut Puan, harus menjadi perhatian internasional karena semakin marak. Korban PMI akibat kekerasan dan TPPO terus bertambah.
Baru-baru ini, seorang PMI asal Banyuwangi, Jawa Timur, yang bekerja sebagai asisten rumah tangga menjadi korban tindakan kekerasan dan eksploitasi di Malaysia oleh majikannya. Selain itu, 20 Warga Negara Indonesia menjadi korban TPPO di Myanmar karena ditawarkan pekerjaan palsu.
“DPR RI juga akan mendorong peningkatan kesadaran akan hak asasi manusia pekerja migran Indonesia melalui kampanye dan program edukasi yang dilaksanakan bersama oleh negara-negara ASEAN,” kata Puan dengan tegas.
Puan juga memperhatikan banyaknya perempuan dan anak yang menjadi korban perdagangan manusia. Oleh karena itu, dia akan mendorong negara-negara ASEAN untuk memberikan perhatian lebih pada isu ini.
Hal tersebut disebabkan karena isu perempuan juga menjadi agenda internasional yang harus diatasi bersama-sama.
- Penulis: M Effendi


Saat ini belum ada komentar