Panglima TNI Laksamana Yudo Margono Menegaskan, Tidak Akan Gunakan Cara Militer Untuk Menyelamatkan Pilot Susi Air.
- account_circle M Effendi
- calendar_month Rabu, 5 Apr 2023
- print Cetak

๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ผ ๐ฟ๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐ข๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐ฝ๐๐๐ ๐๐โ๐๐๐๐ฆ๐ ๐๐๐๐๐ ๐ด๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ข๐๐๐๐๐ ๐ถ๐๐๐ ๐๐๐๐๐ก๐๐ ๐ท๐๐๐๐ ๐๐๐๐ฆ๐๐๐๐๐๐ก๐๐๐ ๐๐๐๐๐ก ๐๐ข๐ ๐ ๐ด๐๐. (๐น๐๐ก๐ ๐ผ๐๐ ๐ก๐๐๐๐๐ ๐ท๐๐๐๐๐๐ข๐ก๐๐)
Indo1.id – TNI Tidak akan menggunakan cara militer dalam menyelamatkan pilot Susi Air, Kapten Philips Mark Marthens. Apalagi sampai menyerang pelaku penyanderaan sang pilot yakni kelompok kriminal bersenjata (KBB).
Panglima TNI menambahkan bahwa TNI dan Polri tidak ingin melakukan serangan frontal terhadap KKB untuk membebaskan pilot tersebut, mengingat dampaknya terhadap masyarakat sipil.
“Kami tidak ingin melakukan serangan frontal yang dapat membahayakan masyarakat. Hal itu akan menjadi kasihan bagi mereka apabila TNI atau Polri menggunakan cara-cara militer,” kata Laksamana Yudo dalam sebuah rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (3/4/2023).
Laksamana Yudo menambahkan bahwa sampai saat ini, TNI masih mengutamakan cara-cara persuasif dalam upaya pembebasan pilot Susi Air. Salah satunya adalah melibatkan tokoh agama dan masyarakat serta melakukan negosiasi antara pemerintah daerah dengan KKB.
“Kami terus menggunakan cara persuasif dan melibatkan tokoh agama serta tokoh masyarakat dalam menyelesaikan masalah ini. Kami berharap Bupati Nduga dapat membantu dalam menyelesaikan situasi ini melalui dialog dengan para tokoh agama dan tokoh masyarakat,” ujarnya.
- Penulis: M Effendi


Saat ini belum ada komentar