Indo1.id – Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid, mengingatkan pemerintah agar tidak merugikan harga diri bangsa dalam upaya penyelamatan Pilot Susi Air, Philip Mark Merthens, yang disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Meutya berharap pemerintah dapat membebaskan pilot Susi Air tersebut melalui negosiasi yang berkelanjutan, tanpa menunjukkan kesan lemah di depan KKB.
Meutya juga menekankan bahwa persoalan penyanderaan ini tidak boleh berhenti hanya dengan memberikan uang tebusan sebesar Rp5 miliar.
Terlebih lagi, KKB telah mengancam untuk membunuh pilot asal Selandia Baru tersebut sebelum akhirnya meminta uang tebusan.
Meutya menyatakan pemahamannya terhadap urgensi pemerintah dan aparat keamanan yang berencana memenuhi permintaan uang tebusan dari KKB.
Dia percaya bahwa pemerintah dan aparat keamanan telah melakukan upaya strategis yang tidak semuanya dapat diungkapkan kepada publik.
Oleh karena itu, Meutya meminta pemerintah segera mencari penyelesaian komprehensif dalam menghadapi tindakan kekerasan yang dilakukan oleh KKB yang tidak dapat ditolerir lagi.








