Kerusakan Museum Dewantara, Bukti ‘Generasi Muda Indonesia Tidak Paham Sejarah’!

  • Bagikan
Museum Dewantara di Jalan Taman Siswa Yogyakarta. (Foto: kemendikbud)

Indo1.id – Minggu, 4 Juni 2023, menjadi hari yang kelam bagi warisan budaya bangsa Indonesia. Museum Dewantara Kirti Griya yang terletak di Jalan Tamansiswa, Kota Yogyakarta, mengalami kerusakan akibat kerusuhan massa yang terjadi di ruas jalan yang sama.

Museum ini menyimpan koleksi peninggalan Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara. Museum ini merupakan bekas tempat tinggal dan pusat perguruan Taman Siswa yang didirikan oleh Ki Hadjar Dewantara pada tahun 1934.

Kerusakan museum ini disebabkan oleh sejumlah massa dari salah satu kelompok yang terlibat dalam tawuran dengan kelompok lain.

Baca Juga :  Sejarah Kalender Jawa: Dimulai dari Cetus Sultan Agung pada Tahun 1633 Masehi

Massa tersebut menerobos masuk ke dalam museum untuk menyelamatkan diri dari kejaran polisi dan massa lawan. Hal ini membuat beberapa perabotan dan benda bersejarah di dalam museum dan area taman mengalami kerusakan.

Beberapa benda yang rusak antara lain adalah meja dan kursi peninggalan Ki Hadjar Dewantara yang berada di depan bangunan museum, bekas terinjak-injak dan dilempar-lempar.

Meja dan kursi tersebut memiliki nilai sejarah yang tinggi karena pernah digunakan oleh Ki Hadjar Dewantara untuk menerima tamu-tamu penting seperti Rabindranath Tagore dan Jawaharlal Nehru.

Baca Juga :  Sejarah dan Awal Mula Grebeg Besar Demak,  Perjuangan Wali Songo Sebarkan Islam Abad Ke-15.

Selain itu, pintu belakang museum juga jebol karena dijebol paksa oleh massa yang melarikan diri. Bahkan, ada pula massa yang naik ke atap candi untuk menghindari penangkapan.

Candi tersebut merupakan bagian dari museum yang memiliki relief-relief yang berhubungan dengan cerita Pancatantra atau Jataka dari India.

Atas kejadian ini, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Wilayah 10 Daerah Istimewa Yogyakarta – Jawa Tengah menutup sementara museum untuk perbaikan mulai hari Senin, 5 Juni 2023. Penutupan ini dilakukan untuk mengamankan benda-benda bersejarah yang ada di dalam museum dan melakukan penilaian kerusakan.

Baca Juga :  H. Fahd El Fouz Arafiq, SE.MM Sang Inspirator Generasi Indonesia

Kejadian ini menunjukkan betapa rendahnya apresiasi dan penghargaan generasi muda Indonesia terhadap sejarah dan budaya bangsanya sendiri. Mereka tidak menyadari bahwa museum bukanlah tempat sembarangan yang bisa dirusak dan dihancurkan sesuka hati. Museum adalah tempat yang menyimpan jejak-jejak perjuangan dan pemikiran para tokoh-tokoh yang telah berjasa bagi bangsa ini.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan