Indo1.id – Elon Musk, pemilik platform media sosial Twitter, hari ini meluncurkan logo baru Twitter yang mengejutkan banyak pengguna.
Logo baru Twitter bukan lagi burung biru yang sudah menjadi ikon selama ini, melainkan huruf “X” sederhana dengan latar belakang hitam.
Logo baru Twitter ini diumumkan oleh Elon Musk melalui akun Twitter pribadinya @elonmusk pada Sabtu malam, 22 Juli 2023.
Dalam cuitannya, ia menulis:
“Jika logo X cukup bagus diunggah malam ini, kami akan menayangkannya di seluruh dunia besok.”
Ia juga memposting video pendek yang menampilkan animasi huruf “X” berkedip.
Selain itu, ia juga mengubah bio di akunnya menjadi X.com, sebuah domain yang ia miliki sejak tahun 2017.
Jika diklik, link tersebut akan mengarahkan ke laman twitter.com.
Perubahan logo dan nama Twitter ini merupakan bagian dari rebranding yang dilakukan oleh Elon Musk setelah ia membeli Twitter seharga 44 miliar dolar AS pada tahun lalu.
Elon Musk mengatakan bahwa ia ingin menciptakan identitas baru untuk Twitter yang lebih inovatif dan berbeda dari media sosial lainnya.
Alasan Elon Musk memilih huruf “X” sebagai logo baru Twitter adalah untuk mencerminkan ketidaksempurnaan dalam diri kita semua yang membuat kita unik.
Ia juga mengatakan bahwa “X” melambangkan langkah transformatif ke masa depan.
“Dan kita akan segera mengucapkan selamat tinggal kepada merek Twitter, dan secara bertahap, semua burung,” cuit Elon Musk.
Reaksi Pengguna Twitter
Perubahan logo dan nama Twitter ini mendapat berbagai reaksi dari pengguna Twitter.
Beberapa pengguna menyambut baik perubahan tersebut dan menganggapnya sebagai langkah berani dan kreatif.
Mereka juga memuji Elon Musk sebagai seorang visioner dan inovator.
Namun, ada juga pengguna yang tidak menyukai perubahan tersebut dan merasa kehilangan logo burung biru yang sudah menjadi ciri khas Twitter.
Mereka mengkritik Elon Musk sebagai seorang sombong dan egois yang tidak menghargai sejarah dan tradisi Twitter.
Beberapa pengguna juga bingung dengan maksud dan tujuan perubahan tersebut.
Mereka bertanya-tanya apakah ini hanya sebuah lelucon atau sebuah eksperimen dari Elon Musk.
Mereka juga khawatir dengan dampak perubahan tersebut terhadap fungsi dan fitur Twitter.








