Indo1.id – Bluetooth adalah teknologi nirkabel yang memungkinkan pengiriman data dan suara antara perangkat-perangkat yang berbeda, seperti telepon genggam, komputer, dan speaker.
Nama Bluetooth sendiri ternyata memiliki kisah menarik di baliknya, yang berkaitan dengan sejarah Skandinavia dan raja Viking yang terkenal.
Nama Bluetooth berasal dari nama raja Denmark dan Norwegia pada abad ke-10, yaitu Harald Blatand atau Harald Bluetooth dalam bahasa Inggris.
Ia dikenal sebagai raja yang berhasil menyatukan suku-suku yang sebelumnya bermusuhan di wilayah Skandinavia, termasuk suku dari Swedia dan Finlandia.
Harald Bluetooth juga dikenal sebagai raja yang memperkenalkan agama Kristen di wilayah kekuasaannya, meskipun ia sendiri masih memeluk agama Norse kuno.
Ia juga membangun beberapa monumen batu runik yang menjadi saksi sejarahnya.
Salah satu monumen batu runik yang dibangun oleh Harald Bluetooth adalah batu runik Jelling di Denmark, yang dianggap sebagai sertifikat kelahiran Denmark.
Batu runik ini bertuliskan: “Harald, raja, memerintahkan membuat monumen ini untuk Gorm, ayahnya, dan Thyra, ibunya. Harald yang memenangkan bagi dirinya seluruh Denmark dan Norwegia dan membuat orang-orang Kristen.”
Nama Bluetooth sendiri diduga berasal dari julukan yang diberikan kepada Harald karena ia memiliki gigi mati yang berwarna biru keabu-abuan.
Julukan ini mungkin juga mengacu pada kemampuannya dalam berdiplomasi dan bernegosiasi dengan suku-suku lain.
Nama Bluetooth kemudian dipilih sebagai nama teknologi nirkabel oleh Jim Kardach, seorang insinyur Intel yang terlibat dalam proyek tersebut pada tahun 1996.
Ia terinspirasi oleh kisah Harald Bluetooth setelah membaca sebuah buku tentang sejarah Viking.
Kardach mengusulkan nama Bluetooth sebagai nama kode untuk proyek tersebut, yang bertujuan untuk membuat standar industri untuk teknologi nirkabel.
Nama ini kemudian disetujui oleh para perwakilan dari Intel, Ericsson, Nokia, dan IBM yang tergabung dalam kelompok Bluetooth Special Interest Group (SIG).
Logo Bluetooth juga terinspirasi oleh nama Harald Bluetooth.
Logo ini merupakan gabungan dari dua huruf runik Skandinavia, yaitu Hagall (H) dan Bjarkan (B), yang merupakan inisial dari Harald Bluetooth.
Huruf-huruf ini kemudian digabungkan menjadi satu simbol yang melambangkan persatuan dan konektivitas.
Bluetooth resmi diluncurkan pada tahun 1999 sebagai teknologi nirkabel yang dapat menghubungkan berbagai perangkat tanpa kabel.
Hingga saat ini, Bluetooth telah menjadi salah satu teknologi nirkabel paling populer dan banyak digunakan di seluruh dunia.








