Mitos  

Kerajinan Kayu Dewadaru di Pulau Karimunjawa: Mitos dan Kelestariannya Menarik Perhatian Wisatawan

Ilustrasi Pohon Dewandaru. (Foto Instagram @dagelanmistis)

Indo1.id – Pulau Karimunjawa di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, terus menarik para wisatawan dengan pesonanya.

Salah satu cenderamata unik dari wilayah ini adalah kerajinan kayu yang dihasilkan dari pohon Dewadaru, yang memiliki mitos tuah yang terkenal.

Pohon Dewadaru di Karimunjawa merupakan tumbuhan langka dan sulit berkembang biak.

Baca Juga :  Burung Garuda, Mitos atau Nyata? Ini Penjelasanya!

Ada dua jenis pohon Dewadaru yang ditemukan di sini, yaitu yang tumbuh di bukit Nyamplungan dan hutan alang-alang Ujung Gelam.

Masyarakat setempat percaya bahwa batang pohon Dewadaru yang telah mati memiliki kekuatan khusus dan dapat memancarkan kewibawaan.

Oleh karena itu, kayu Dewadaru sering digunakan untuk membuat tongkat komando dan hiasan dinding yang diyakini mampu menangkal santet.

Baca Juga :  Wisatawan Mengalami Kemacetan Total Di Jalur Puncak Bogor

Tidak hanya itu, kayu Dewadaru juga dimanfaatkan untuk membuat lunas kapal oleh masyarakat lokal.

Mereka berharap kayu ini dapat menjaga keselamatan mereka ketika berlayar, menjauhkan marabahaya.

Meskipun mitos dan kepercayaan ini telah melindungi pohon Dewadaru dari eksploitasi oleh masyarakat lokal, sayangnya, masih ada pemburu kayu dari luar Karimunjawa yang tidak memedulikan mitos dan kelestariannya.

Upaya untuk melestarikan pohon langka ini menjadi sangat penting guna menjaga keberlanjutannya di masa depan.

Tinggalkan Balasan