Orang Tidak Akan Tenggelam di Laut Mati, Lho Kok Bisa?

  • Bagikan
Wisatawan sedang menikmati air laut dengan mengapung di laut mati. (Foto: Jordan Traveling)

Gaya apung ini sebanding dengan berat air yang dipindahkan oleh tubuh.

Jika massa jenis tubuh lebih besar daripada massa jenis air, maka gaya apung tidak cukup untuk menahan berat tubuh dan tubuh akan tenggelam.

Jika massa jenis tubuh sama dengan massa jenis air, maka gaya apung sama dengan berat tubuh dan tubuh akan melayang di dalam air.

Baca Juga :  Peringatan HUT RI 17 Agustus, Ini Aturan Pengibaran Bendera Merah Putih yang Perlu Diperhatikan

Jika massa jenis tubuh lebih kecil daripada massa jenis air, maka gaya apung lebih besar daripada berat tubuh dan tubuh akan mengapung di permukaan air.

Karena massa jenis tubuh manusia lebih kecil daripada massa jenis air di Laut Mati, maka gaya apung yang bekerja pada tubuh manusia lebih besar daripada berat tubuhnya.

Baca Juga :  Ngeri! Laut Mati Menyusut 1,2 Meter per Tahun, Apa Penyebab dan Dampaknya?

Hal ini membuat tubuh manusia tidak bisa tenggelam dan hanya bisa mengapung di permukaan air.

Ini adalah fenomena alam yang unik dan menarik yang hanya bisa ditemukan di Laut Mati.

Namun, berenang di Laut Mati juga memiliki risiko tersendiri.

Karena kadar garam yang sangat tinggi, air di Laut Mati bisa menyebabkan iritasi pada kulit, mata, hidung, dan mulut jika terkena.

Baca Juga :  Gudang Perbekalan Kiamat di Norwegia, Simpanan Benih untuk Masa Depan*

Selain itu, air di Laut Mati juga bisa menyebabkan dehidrasi jika tertelan.

Oleh karena itu, orang yang berenang di Laut Mati harus berhati-hati dan menjaga kesehatannya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan