Religi  

Simak Kisah Mengharukan Siti Khadijah Istri Rasulullah SAW!

Siti Khadijah, wanita bangsawan yang menyandang kemulia'an dan kelimpahan harta kekaya'an. Namun ketika wafat, tak selembar kafan pun dia miliki.

Indo1.id – Khadijah memang wanita yang  istimewa. Duapertiga (2/3) wilayah Makkah adalah milik Siti Khadijah binti Khuwailid, istri pertama Rasulullah SAW.

Ia wanita bangsawan yang menyandang kemulia’an dan kelimpahan harta kekaya’an.

Namun ketika wafat, tak selembar kafan pun dia miliki. Bahkan baju yang dikenakannya di sa’at menjelang ajal adalah pakaian kumuh dengan 83 tambalan.

“Fatimah putriku, aku yakin ajalku segera tiba,” bisik Khadijah kepada Fatimah sesa’at menjelang ajal. “Yang kutakutkan adalah siksa kubur.

Tolong mintakan kepada ayahmu, agar beliau memberikan sorbannya yang biasa digunakan menerima wahyu untuk dijadikan kain kafanku. Aku malu dan takut memintanya sendiri.”

Baca Juga :  Cerita Sejarah Jumat Agung Yang Akan Dilaksanakan Umat Katholik Besok!

Mendengar itu Rasulullah berkata, “Wahai Khadijah, Allah menitipkan salam kepadamu, dan telah dipersiapkan tempatmu di syurga.”

Siti Khadijah, Ummul Mu’minin (ibu kaum mukmin), pun kemudian menghembuskan nafas terakhirnya dipangkuan Rasulullah. Didekapnya sang istri itu dengan perasa’an pilu yang teramat sangat. Tumpahlah air mata Mulia Rasulullah dan semua orang yang ada di situ.

Dalam suasana seperti itu, Malaikat Jibril turun dari langit dengan mengucap salam dan membawa lima kain kafan.

Baca Juga :  Sinopsis Serial Reset: Drama Thriller Waktu yang Menegangkan dan Mengharukan

Rasulullah menjawab salam Jibril, kemudian bertanya, “Untuk siapa sajakah kain kafan itu, ya Jibril?”

“Kafan ini untuk Khadijah, untuk engkau ya Rasulullah, untuk Fatimah, Ali dan Hasan,” jawab Jibril yang tiba-tiba berhenti berkata, kemudian menangis.

Rasulullah bertanya, “Kenapa, ya Jibril?”

“Cucumu yang satu, Husain, tidak memiliki kafan. Dia akan dibantai, tergeletak tanpa kafan dan tak dimandikan,” jawab Jibril.

Rasulullah berkata di dekat jasad Khadijah, “Wahai Khadijah istriku sayang, demi Allah, aku tak kan pernah mendapatkan istri sepertimu.

Pengabdianmu kepada Islam dan diriku sungguh luar biasa. Allah Mahamengetahui semua amalanmu. Semua hartamu kau hibahkan untuk Islam. Kaum Muslimin pun ikut menikmatinya. Semua pakaian kaum Muslimin dan pakaianku ini juga darimu.

Baca Juga :  Yuk Belajar Sejarah Awal Mula Ibadah Qurban dalam Islam!

Namun begitu, mengapa permohonan terakhirmu kepadaku hanyalah selembar sorban!?” Tersedu Rasulullah mengenang istrinya semasa hidup.

Tinggalkan Balasan