Jaksa Agung Israel, Dakwa PM ‘Netanyahu’ Tuduhan Korupsi dan Suap

PM Irael Benjamin netanyahu ( Foto: AFP )

Indo1 Berita Dunia – Jaksa Agung Israel Avichai Mandelblit manjatuhkan dakwaan kepada  Perdana Menteri Benjamin Netanyahu atas tuduhan tindak korupsi. Netanyahu didakwa dengan tiga skandal diantaranya menerima suap, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan.

Dakwaan tersebut disampaikan Mandelblit melalui proses investigasi yang dilakukan selama tiga tahun.

Ia menegaskan tuduhan atas dakwaan terhadap Netanyahu itu semata-mata murni karena pertimbangan profesionalisme dan tidak ada dengan kaitan politik apapun.

“Ini bukan masalah kanan atau kiri. Ini bukan masalah politik. Ini adalah kewajiban yang dibebankan pada kita, sebagai penegak hukum dan saya pribadi yang memimpin lembaga kejaksaan,” Tegas Mandelblit seperti dilansir dari Associated Press.

Baca Juga :  OTT KPK di Kementerian ATR/BPN: Rp106,3 Miliar Disita, 8 Tersangka dan Jejak Uang di Balik Pengurusan HGB

Dalam surat dakwaan tercatat Netanyahu telah menerima ratusan ribu dolar sampanye dan cerutu dari miliarder Arnon Milchan dan James Packer yang diperkirakan hingga US$200 ribu.

Masih masuk tuduhan, yakni ‘Kasus 4000’ yang membuat Netanyahu menggunakan kekuatannya untuk meloloskan peraturan bagi bisnis telekomunikasi milik Shaul Elovitch. Sebagai imbalan, Netanyahu mendapatkan pemberitaan positif di situs berita Bezeq.

Dengan dakwaan itu tidak mengharuskan Netanyahu untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Baca Juga :  Ngeri, Israel Lancarkan Serangan ke Jenin, Delapan Warga Palestina Tewas!

Namun secara signifikan akan melemahkan citranya politiknya untuk menjadi perdana menteri dalam tiga periode berturut-turut dalam pemilihan yang akan dilaksanakan tahun depan.

Sementara, menanggapi dakwaan tersebut, Netanyahu ia mengaku sebagai korban konspirasi besar polisi dan jaksa penuntut. Ia mengklaim dakwaan tersebut palsu dan negara berupaya melakukan percobaan kudeta terhadap dirinya.

“Polisi dan penyidik tidak bekerja berdasarkan hukum. Waktunya melakukan penyelidikan terhadap para penyidik,” ungkap Netanyahu.

Jika tuduhan ini benar, Netanyahu akan menjadi perdana menteri Israel pertama yang dituduh melakukan kejahatan selama menjabat.

Baca Juga :  KPK Panggil 'Abdul Rozak' Anggota DPRD Jabar 'Saksi Kasus Suap Bupati Indramayu'

Menanggapi itu semua, rival utamanya pemimpin partai Biru dan Putih, Benny Gantz mengatakan Netanyahu tidak memiliki mandat publik atau moral untuk membuat keputusan penting bagi Israel. (tw/I1/sumber:CNN)

Tinggalkan Balasan