Indo1.id – Gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) berdampak pada sejumlah fasilitas penyimpanan beras milik Perum Bulog. Sebanyak 12 gudang Bulog dilaporkan mengalami kerusakan, terutama pada bagian dinding.
Meski demikian, Bulog memastikan kerusakan tersebut tidak mengganggu keamanan stok beras yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat NTT, termasuk warga yang terdampak bencana.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, pihaknya langsung mengambil langkah untuk mengamankan stok beras di gudang yang mengalami kerusakan.
“Sudah kami berangkatkan Direktur SDM untuk segera melakukan perbaikan-perbaikan kepada sekitar 12 gudang kami yang mengalami kerusakan, khususnya dinding-dindingnya,” ujar Rizal di Kantor Pusat Perum Bulog, Jakarta, Minggu (23/8).
Gudang di Ruteng Mengalami Kerusakan Cukup Parah
Dari sejumlah gudang yang terdampak, beberapa di antaranya mengalami kerusakan cukup serius. Wilayah Ruteng menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian karena terdapat gudang Bulog yang mengalami kerusakan pada bagian dinding.
Kondisi tersebut membuat kapasitas penyimpanan pada gudang terdampak mengalami penurunan.
Untuk mencegah beras mengalami kerusakan, Bulog memindahkan sebagian stok dari gudang yang dindingnya rusak ke lokasi yang lebih aman.
Bulog memanfaatkan tenda milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan TNI sebagai tempat penyimpanan sementara.
Beras yang dipindahkan juga ditempatkan di atas palet. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari kontak langsung dengan air yang berpotensi masuk melalui bagian gudang yang mengalami kerusakan.
Menurut Rizal, langkah pengamanan tersebut penting dilakukan agar stok beras tetap dalam kondisi baik selama proses perbaikan gudang berlangsung.
Selain mengamankan stok, Kepala Cabang Bulog di Ruteng juga telah diperintahkan untuk segera menyalurkan beras yang telah dipindahkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dengan demikian, stok yang berada di lokasi terdampak tidak hanya diamankan, tetapi juga dapat segera dimanfaatkan untuk membantu masyarakat.
Bulog Memiliki 46 Gudang di NTT
Secara keseluruhan, Bulog memiliki sekitar 46 gudang di wilayah NTT dengan kapasitas penyimpanan mencapai sekitar 50.400 ton.
Dari jumlah tersebut, 12 gudang mengalami kerusakan akibat gempa.
Namun, kerusakan tersebut tidak membuat Bulog kehilangan kendali terhadap ketersediaan pangan di NTT.
Saat ini, stok beras Bulog yang tersebar di berbagai wilayah NTT mencapai sekitar 26.336 ton.
Jumlah tersebut masih akan diperkuat melalui mobilisasi nasional atau mobnas dari sejumlah wilayah lain di Indonesia.
Total beras yang akan dimobilisasi mencapai 67.446 ton.
Tambahan stok tersebut berasal dari beberapa daerah, yakni sekitar 3.000 ton dari Jakarta, 20.646 ton dari Jawa Timur, 8.550 ton dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, serta 35.250 ton dari Nusa Tenggara Barat.
Jika seluruh mobilisasi tersebut terealisasi, total stok beras Bulog di NTT diproyeksikan mencapai 93.782 ton.
“Stok beras di NTT adalah 26.336 ton dan mobnas yang kami dorong dari beberapa provinsi adalah 67.446 ton. Sehingga stok kami ke depan di NTT adalah 93.782 ton,” kata Rizal.
Kebutuhan Beras NTT Diperkirakan 46.368 Ton
Bulog memperkirakan kebutuhan beras di wilayah NTT mencapai sekitar 46.368 ton.
Kebutuhan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi kebutuhan masyarakat sehari-hari, tetapi juga mencakup kebutuhan akibat bencana serta program bantuan pangan pemerintah.
Untuk penanganan bencana alam, Bulog memperkirakan diperlukan sekitar 1.890 ton beras.
Selain itu, Bulog juga menyiapkan stok tambahan untuk mengantisipasi kemungkinan masa tanggap darurat diperpanjang.
Jika masa tanggap darurat harus diperpanjang hingga 10 kali, kebutuhan beras yang dipersiapkan mencapai sekitar 18.900 ton.
Bulog juga memperhitungkan kebutuhan untuk program bantuan pangan Presiden selama tiga bulan.
Program tersebut mengalokasikan 10 kilogram beras setiap bulan kepada masing-masing penerima bantuan.
Jumlah penerima bantuan pangan di NTT mencapai sekitar 852.631 orang.
Dengan perhitungan tersebut, kebutuhan beras untuk program bantuan pangan selama tiga bulan diperkirakan mencapai 25.578 ton.
Masih Ada Cadangan 47.414 Ton
Dengan total stok yang diproyeksikan mencapai 93.782 ton dan kebutuhan sekitar 46.368 ton, Bulog memperkirakan masih terdapat cadangan sekitar 47.414 ton di wilayah NTT.
Angka tersebut menjadi salah satu dasar bagi Bulog untuk memastikan ketersediaan beras masyarakat tetap aman meskipun sejumlah fasilitas penyimpanan mengalami kerusakan akibat gempa.
Rizal menegaskan bahwa stok yang tersedia akan mencukupi kebutuhan masyarakat, termasuk kebutuhan warga terdampak bencana dan pelaksanaan program bantuan pangan.
“Stok pasti mencukupi untuk kebutuhan di NTT, yaitu 93.782 ton dikurang dengan kebutuhan tadi yang ada, baik dari kebutuhan bencana alam sampai dengan bantuan pangan 46.368 ton, sehingga masih ada stok sisa sekitar 47.414 ton,” ujarnya.
Perbaikan Gudang Segera Dilakukan
Kerusakan pada 12 gudang tersebut kini menjadi perhatian Bulog. Perbaikan terutama diarahkan pada bagian dinding yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Sambil menunggu perbaikan, langkah pengamanan stok dilakukan dengan memindahkan beras ke tempat yang lebih aman.
Penggunaan tenda BNPB dan TNI menjadi solusi sementara untuk memastikan beras tidak terkena air maupun faktor lain yang dapat menurunkan kualitasnya.
Langkah tersebut juga menunjukkan bahwa persoalan utama yang dihadapi Bulog saat ini bukan kekurangan stok, melainkan memastikan fasilitas penyimpanan yang terdampak dapat kembali berfungsi dengan baik.
Dengan stok awal 26.336 ton dan tambahan mobilisasi nasional 67.446 ton, Bulog optimistis kebutuhan pangan masyarakat NTT tetap dapat dipenuhi.
Bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak gempa, kepastian ketersediaan beras menjadi hal penting. Terlebih dalam situasi bencana, distribusi pangan harus tetap berjalan meski sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan.
Bulog pun memastikan penyaluran beras akan terus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat.
Dengan demikian, meski 12 gudang Bulog di NTT mengalami kerusakan akibat gempa, kondisi tersebut tidak sampai mengancam ketersediaan beras.
Perbaikan fasilitas berjalan, stok diamankan, mobilisasi beras dilakukan, dan cadangan pangan untuk masyarakat tetap disiapkan.
Frase kata kunci utama: 12 gudang Bulog NTT rusak akibat gempa
Meta deskripsi: Sebanyak 12 gudang Bulog di NTT rusak akibat gempa. Meski demikian, stok beras dipastikan aman dengan total persediaan diproyeksikan mencapai 93.782 ton.
Tag: Bulog NTT, gudang Bulog rusak, gempa NTT, stok beras NTT, Ahmad Rizal Ramdhani, beras Bulog, bantuan pangan, bencana NTT, Ruteng, stok beras nasional









Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.