- F054952CEF20F0CD41E9111C0F7F3DC2

Terkait Pemulangan Atlet Senam Shalfa, Walikota Kediri: Jangan Ciderai Hatinya

  • Bagikan
Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar (kiri) bersama dengan Anggota DPR RI Komisi X, Abdul Hakim Bafaqih (kanan)
Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar (kiri) bersama dengan Anggota DPR RI Komisi X, Abdul Hakim Bafaqih (kanan)

Indo1 Kediri – Belakangan ini beredar kabar adanya pencoretan nama Shalfa Avrila Siani, atlit senam lantai asal Kelurahan Bandar, Kota Kediri dengan alasan dirinya sudah tidak perawan lagi. Menyikapi kabar ini, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Senam Indonesia (PB Persani), Ita Yualita meluruskan bahwa pencoretan nama Shalfa dikarenakan adanya penurunan prestasi.

Menyikapi adanya isu miring tentang warganya tersebut, Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar pun angkat bicara. Didampingi dengan Abdul Hakim Bafaqih, Anggota DPR RI Komisi X, dan kuasa hukum Shalfa, Imam Mukhlas di rumah dinasnya pada Minggu (1/12) pagi tadi.

“Saya di sini untuk Indonesia, bahwa ini anak saya yang aslinya dari Kota Kediri katanya tidak virgin. Ini adalah hal yang menghancurkan karier anak saya yang dididik sejak kecil dari nol hasil diklat Puslatda Jawa Timur sejak 10 tahun. Ini merupakan kebanggaan Jawa Timur. Saya sedikit kecewa, yang bersangkutan sudah saya tanya sudah detail dan dia anak baik serta telah memperoleh 48 medali,” ujar Walikota Kediri yang akrab disapa Mas Abu ini.

Dengan wajah serius, Mas Abu menegaskan bahwa seharusnya tim pelatih memiliki etika, misal dengan cara menegur ataupun memberikan surat pemberitahuan sebelumnya.

“Insya Alloh anak saya bisa membawa nama harum Indonesia namun nyatanya kurang diperlakukan manusiawi oleh tim pelatih. Kejadian seperti ini bukan kali pertama. Karena saya juga stakeholder Jawa Timur, saya minta ibu Gubernur juga turun tangan, jika perlu dicopot semua pelatihnya,” tegas Mas Abu.

Terkait adanya pencoretan nama Shalfa ini, Mas Abu mendukung upaya pihak keluarga yang menempuh jalur hukum.

“Saya mendukung pihak keluarga untuk menempuh jalur hukum, saya di sini didampingi anggota Komisi X DPR RI. Semua anak-anak kami bukan atlit karbitan. Merekalah yang bisa mengkumandangkan Indonesia Raya di negeri orang. Saya mengecam yang mengatakan anak ini tidak perawan,” imbuhnya.

Secara tegas, Wali Kota Kediri itu menyampaikan bahwa mulai hari ini Shalfa diminta untuk kembali ke Kota Kediri.

“Mulai besok Senin saya minta Shalfa pindah dan jika perlu kepala dinas saya perintah untuk membantu kepindahannya. Jangan ciderai hatinya, jangan rusak impinannya. Bayangkan jika harus bertemu teman-temannya harus bersikap seperti apa? Saya kasihan melihat psikologinya dan mudah-mudahan ini tidak terjadi lagi,” jelas Mas Abu, saat bertemu Shalfa didampingi keluarga dan kuasa hukumnya, Imam Muhklas. (I1AA12)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *