Indo1.id – Jambore Pramuka Internasional atau World Scout Jamboree adalah acara pendidikan luar ruangan yang diikuti oleh puluhan ribu anggota Pramuka berusia 14 hingga 17 tahun dari berbagai negara.
Acara ini dilakukan setiap empat tahun sekali di negara yang berbeda-beda.
Pada tahun 2023, Jambore Pramuka Internasional ke-25 diselenggarakan di Korea Selatan, tepatnya di Saemangeum, Provinsi Jeolla Utara.
Acara ini berlangsung pada tanggal 1-12 Agustus 2023 dengan mengusung tema ‘Draw Your Dream’.
Namun, acara ini ternyata tidak berjalan lancar dan menuai banyak masalah dan kontroversi.
Berikut adalah beberapa hal yang mengganggu jalannya Jambore Pramuka Internasional di Korea Selatan:
1. Cuaca Panas Ekstrem
Salah satu masalah utama yang dihadapi oleh peserta Jambore Pramuka Internasional di Korea Selatan adalah cuaca panas ekstrem yang bisa mencapai 40 derajat celcius pada siang hari.
Cuaca panas ini membuat banyak peserta mengalami dehidrasi, pusing, mual, dan sakit kepala.
Menurut data teknis, dari total 43.000 peserta, setidaknya ada 400 orang yang dilarikan ke rumah sakit karena terkena dampak cuaca panas.
Beberapa negara bahkan memutuskan untuk menarik diri dari acara ini karena khawatir akan keselamatan pesertanya.
Beberapa negara yang menarik diri dari Jambore Pramuka Internasional di Korea Selatan antara lain adalah Inggris, Amerika Serikat, dan Singapura.
Mereka memindahkan pesertanya ke tempat penginapan lain yang lebih sejuk dan nyaman.
2. Fasilitas Tidak Memadai
Selain cuaca panas, fasilitas yang disediakan oleh penyelenggara Jambore Pramuka Internasional di Korea Selatan juga dinilai tidak memadai dan tidak sesuai dengan standar internasional.
Beberapa fasilitas yang menjadi sorotan antara lain adalah:
– Sanitasi: Banyak peserta yang mengeluhkan kondisi toilet yang kotor, bau, dan tidak terawat.
Toilet juga sering macet dan tidak memiliki kertas toilet atau sabun.
– Kipas angin atau AC: Banyak tenda atau bangunan yang tidak memiliki kipas angin atau AC untuk mendinginkan suhu ruangan.
Peserta harus rela tidur dengan berkeringat dan merasa gerah.
– Makanan: Banyak peserta yang mengeluhkan jumlah dan variasi makanan yang disediakan oleh penyelenggara.
Makanan juga sering habis sebelum semua peserta mendapatkannya.
– Air minum: Banyak peserta yang mengeluhkan ketersediaan air minum yang terbatas dan sulit didapatkan.
Air minum juga sering habis sebelum semua peserta mendapatkannya.
3. Konser Penghibur Batal
Salah satu acara yang ditunggu-tunggu oleh peserta Jambore Pramuka Internasional di Korea Selatan adalah konser K-Pop Super Live yang dijadwalkan akan digelar pada hari Sabtu, 5 Agustus 2023.
Konser ini menampilkan beberapa grup idola K-Pop ternama, seperti BTS, Blackpink, Twice, EXO, dan lain-lain.
Namun, konser ini akhirnya dibatalkan karena cuaca panas yang semakin ekstrem.
Penyelenggara mengatakan bahwa konser ini dibatalkan demi keselamatan para artis dan penonton.
Keputusan ini tentu saja mengecewakan banyak peserta yang sudah menantikan konser tersebut.
4. Pelecehan Seksual
Salah satu kontroversi terbesar yang melanda Jambore Pramuka Internasional di Korea Selatan adalah adanya dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh salah satu staf penyelenggara terhadap seorang peserta perempuan asal Indonesia.
Menurut laporan, kejadian ini terjadi pada hari Kamis, 3 Agustus 2023, di area perkemahan.
Staf penyelenggara yang berusia 30 tahun itu diduga mencoba memegang payudara peserta perempuan yang berusia 16 tahun itu.
Peserta perempuan itu kemudian melaporkan kejadian ini kepada petugas keamanan.
Staf penyelenggara itu kemudian ditangkap oleh polisi dan mengaku bersalah atas perbuatannya.
Ia mengatakan bahwa ia mabuk saat melakukan pelecehan seksual itu. Ia juga meminta maaf kepada korban dan keluarganya.
Akibat kejadian ini, hubungan antara Indonesia dan Korea Selatan menjadi tegang.
Pemerintah Indonesia memprotes keras tindakan pelecehan seksual itu dan meminta pemerintah Korea Selatan untuk memberikan perlindungan dan bantuan hukum kepada korban.








